JAYAPURA - Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 membahana hingga ke ujung perbatasan Papua. Di SD Negeri Mosso, Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, sebuah kolaborasi luar biasa terjalin. Satgas Pamtas RI–PNG Statis Yonif 643/WNS, Balai Bahasa Provinsi Papua, dan Bank Indonesia Provinsi Papua bersatu padu untuk memperkaya dunia literasi anak-anak di sana.
Suasana sekolah pada Senin (4/5/2026) itu begitu hidup. Sejak pagi, keceriaan terpancar dari wajah para siswa yang menyambut hangat kedatangan rombongan. Tabuhan drum dan senyum lebar dari para guru menjadi pemandangan pertama yang menyambut, seolah menjadi pengantar semangat baru untuk mencintai ilmu.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Valentina Lovina Tanate, tak henti-hentinya menekankan betapa krusialnya literasi.
"Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tapi bagaimana kita bisa memahami dan mengolah informasi. Ini adalah bekal utama bagi anak-anak kita untuk melangkah ke depan dan bersaing di dunia yang terus berubah, " ujarnya penuh keyakinan.
Komandan Satgas Yonif 643/WNS, Letkol Inf Adhi Sumarno, turut menegaskan komitmen TNI yang tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga berinvestasi pada masa depan bangsa.
"Kami hadir untuk memastikan generasi penerus tumbuh kuat. Menanamkan budaya membaca sejak dini adalah kunci agar anak-anak di perbatasan ini memiliki daya saing yang mumpuni, " tegasnya.
Dukungan tak kalah penting datang dari Bank Indonesia Provinsi Papua. Melalui perwakilannya, Ariyanto, BI mengajak para siswa untuk jatuh cinta pada rupiah. Dengan metode interaktif, termasuk kuis berhadiah, anak-anak diajak mengenal mata uang kebanggaan Indonesia.
Sesi membaca nyaring menjadi inti kegiatan. Di dalam kelas, para siswa dipandu langsung oleh tim Balai Bahasa. Didampingi personel Satgas, suasana belajar menjadi lebih hidup, penuh tawa, dan interaksi yang hangat. Setiap jenjang pendidikan mendapatkan perhatian khusus, memastikan materi tersampaikan dengan baik.
Sebagai penutup momen berharga ini, seluruh siswa berhak menerima bingkisan. Paket makanan, camilan lezat, dan perlengkapan alat tulis menjadi penyemangat tambahan untuk menunjang kegiatan belajar mereka. Kebersamaan itu diabadikan dalam sesi foto bersama yang penuh senyum.
Harapan besar tersemat dari kegiatan ini. Semoga semangat membaca dan belajar anak-anak di perbatasan Papua semakin menyala, menjadi pondasi kokoh bagi lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, kritis, dan berdaya saing di masa depan.
(PERS)

Updates.